Home > Port

Laporan ITF- WMU: 25 Persen Pelaut Tidak Bisa Turun ke Darat

Perwira Kapal serta pelaut di kapal tanker dan kapal lepas pantai sulit turun ke darat.

ShippingCargo.co.id, Jakarta —Ada sebuah tren yang memprihatinkan di dunia pelayaran dan industri maritim. Sebuah laporan terbaru dari ITF Seafarers’ Trust (ITFST) dan World Maritime University (WMU) mengungkap fakta mengejutkan: lebih dari seperempat pelaut dunia tidak mendapatkan cuti darat (shore leave) sama sekali selama masa kontrak mereka. Bahkan, sepertiga pelaut hanya dapat turun ke darat sekali atau dua kali, meskipun kontrak kerja rata-rata berlangsung 6,6 bulan.

Minimnya akses shore leave jadi masalah sistemik. Hal ini berdampak pada kesehatan mental pelaut, seperti dilansir oleh Nautilus International.

Laporan ini berdasarkan survei yang melibatkan 5.879 pelaut dan menunjukkan bahwa akses ke shore leave semakin sulit. Hanya 6,5 persen pelaut yang bisa menghabiskan lebih dari enam jam di darat, sementara 47 persen hanya memiliki waktu kurang dari tiga jam. Kondisi ini paling parah dialami oleh Perwira kapal (officers) serta pelaut di kapal tanker dan kapal lepas pantai.

Laporan ini mengidentifikasi berbagai hambatan sistemik yang membuat shore leave semakin sulit diakses:

  • Jumlah kru minimal & beban kerja tinggi
  • Meningkatnya inspeksi & aturan keamanan pelabuhan
  • Efisiensi operasional yang mengurangi waktu kapal bersandar
  • Minimnya fasilitas darat & biaya transportasi yang mahal

Katie Higginbottom, Kepala ITF Seafarers’ Trust, menegaskan bahwa hasil survei ini mengonfirmasi kekhawatiran sebelumnya. “Shore leave tidak diprioritaskan sebagai kebutuhan esensial bagi kesejahteraan kru dan keselamatan kapal. Ini adalah masalah serius yang harus diakui dan dibahas lebih lanjut,” tutur Higginbottom.

Para penulis laporan mendesak semua pemangku kepentingan, mulai dari negara bendera, negara pelabuhan, agen, hingga perusahaan pelayaran, untuk bekerja sama dalam rangka menjaga hak pelaut agar tetap bisa turun ke darat.

Pasalnya, jikalau tidak ada tindakan, tiadanya kegiatan shore leave bisa memperburuk tekanan yang ada bagi para tenaga kerja maritim.Laporan ini menjadi peringatan keras bagi industri pelayaran bahwa tanpa perubahan, kesejahteraan dan kesehatan mental para pelaut bisa semakin terancam.

Ilustrasi pelaut. Semakin lama, pelaut semakin susah dapat cuti darat. Sumber: Freepik
Ilustrasi pelaut. Semakin lama, pelaut semakin susah dapat cuti darat. Sumber: Freepik
× Image