Home > Shipping

Tarif Spot Kontainer Turun Lagi, Apa Dampaknya?

Indonesia terdampak fluktuasi tarif spot.
Ilustrasi shipping. Tarif spot yang turun pengaruhi pelayaran Indonesia di Q1 2025. Sumber: Freepik
Ilustrasi shipping. Tarif spot yang turun pengaruhi pelayaran Indonesia di Q1 2025. Sumber: Freepik

ShippingCargo.co.id, Jakarta—Penurunan tarif spot kontainer global baru-baru ini dapat berdampak signifikan pada sektor logistik maritim Indonesia. Pasalnya, sektor shipping domestik Indonesia terpengaruh fluktuasi tarif spot, terutama dalam jangka pendek.

Menurut laporan SeaTrade Maritime pada 21 Februari 2025, tarif spot untuk pengiriman kontainer ukuran 40 kaki dari Shanghai ke Rotterdam turun 9% menjadi $2.618 per FEU. Sementara itu, tarif shipping ke New York mengalami penurunan 13% menjadi $5.126 per FEU.

Penurunan tarif ini sebagian besar disebabkan oleh berakhirnya konflik di Gaza, yang mengurangi ancaman terhadap kapal internasional di Laut Merah. Selain itu, peningkatan kapasitas akibat pengiriman kapal baru pada tahun 2025 turut menambah tekanan pada tarif pengiriman.

Bagi Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan ketergantungan tinggi pada transportasi laut, fluktuasi tarif pengiriman internasional dapat mempengaruhi biaya logistik domestik. Meskipun penurunan tarif global dapat mengurangi biaya impor, ketidakseimbangan antara impor dan ekspor sering menyebabkan kekurangan kontainer kosong di dalam negeri, yang pada gilirannya dapat meningkatkan biaya pengiriman domestik.

Selain itu, perubahan aliansi dan strategi operasional perusahaan pelayaran global, seperti yang dilaporkan baru-baru ini, dapat mempengaruhi rute dan ketersediaan layanan pengiriman ke dan dari Indonesia. Oleh karena itu, pelaku industri logistik dan pemerintah Indonesia perlu memantau perkembangan ini secara cermat dan menyesuaikan strategi untuk memastikan stabilitas dan efisiensi rantai pasok nasional.

× Image